ASN Pemkot Jaksel Jaksel Dilatih Jadi MC dan Keprotokolan
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Pelatihan Master of Ceremony (MC) dan Keprotokolan tahap kedua. Kegiatan yang berlangsung 4-5 November 2026 ini dihelat di Ruang Gelatik Utama, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
"Bermanfaat"
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono menekankan pentingnya kedisiplinan dan ketepatan waktu bagi aparatur maupun peserta dalam mengikuti setiap agenda pemerintahan.
20 Peserta Rampungkan Pelatihan Bahasa Jepang di PPKD JakselMenurutnya, budaya disiplin waktu menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Ketepatan waktu harus menjadi kedisiplinan dan budaya kita sekarang. Arahan pimpinan selalu menekankan agar kita membiasakan diri untuk tepat waktu dalam berbagai kegiatan maupun rapat," ujarnya, Rabu (4/11).
Tomy menjelaskan, pelatihan yang diikuti 55 peserta dari perwakilan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini menghadirkan narasumber berkompeten.
Materi yang diberikan mencakup pemahaman sekaligus praktik keprotokolan secara dinamis dan profesional, khususnya dalam mendampingi pimpinan saat menjalankan berbagai kegiatan di lapangan.
"Protokol di tingkat kota itu sangat terbatas dan dinamis. Untuk itu, para peserta diharapkan bisa menyimak dan berdiskusi langsung dengan narasumber yang berpengalaman dari tingkat kementerian dan pemerintahan," terangnya.
Ia berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tidak hanya diterapkan oleh peserta secara pribadi, tetapi juga dibagikan kepada rekan kerja di unit masing-masing. Sehingga, standar pelayanan dan pelaksanaan keprotokolan di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan dapat terus ditingkatkan.
"Semoga nantinya ada diskusi interaktif antara narasumber bersama para peserta, sehingga kegiatan ini menjadi semakin menarik dan bermanfaat," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang ASN dari Kecamatan Pasar Minggu, Septi Rahayu mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi ASN untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan potensi diri, terutama dalam meningkatkan kepercayaan diri saat berbicara di depan umum.
"Kegiatan ini bagus. Kita para ASN Pemprov DKI Jakarta bisa mengembangkan potensi yang ada di diri kita agar kita bisa memperluas wawasan kita," ucapnya.
Septi menginginkan, program pembinaan dan pengembangan kapasitas seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Sebab, masih banyak potensi ASN Pemprov DKI Jakarta yang perlu digali dan dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi lebih optimal dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
"Semoga bisa terus berkelanjutan, karena ASN Pemprov DKI Jakarta sebenarnya banyak memiliki potensi-potensi yang belum terlihat," tandasnya.